1. Pengertian Pemasaran
Pemasaran adalah salah satu kegiatan dalam
perekonomian yang membantu dalam menciptakan nilai ekonomi. Nilai ekonomi itu
sendiri menentukan harga barang dan jasa. Faktor penting dalam menciptakan
nilai tersebut adalah produksi, pemasaran dan konsumsi. Pemasaran menjadi
penghubung antara kegiatan produksi dan konsumsi.
Banyak ahli yang telah memberikan definisi
atas pemasaran ini. Definisi yang diberikan sering berbeda antara ahli yang
satu dengan ahli yang lain. Perbedaan ini disebabkan karena adanya perbedaan
para ahli tersebut dalam memandang dan meninjau pemasaran. Dalam kegiatan
pemasaran ini, aktivitas pertukaran merupakan hal sentral. Pertukaran merupakan
kegiatan pemasaran dimana seseorang berusaha menawarkan sejumlah barang atau
jasa dengan sejumlah nilai keberbagai macam kelompok social untuk memenuhi
kebutuhannya. Pemasaran sebagai kegiatan manusia diarahkan untuk memuaskan
keinginan dan kebutuhan melalui proses pertukaran.
Berikut
ini pengertian dari beberapa ahli pemasaran :
1.
William J Stanton
Pemasaran adalah keseluruhan intern yang
berhubugan dengan segala kegiatan usaha yang bertujuan untuk merencanakan,
menentukan harga, mempromosikan dan mendistribusi barang dan jasa yang akan
memuaskan kebutuhan pembeli baik pembeli yang ada maupun pembeli potensial.
2.
Philip dan Duncan
Pemasaran meliputi semua langkah yang
digunakan atau diperlukan untuk menempatkanbarang-barang berwujud kepada
konsumen.
3.
American Marketing Association
Pemasaran meliputi pelaksanaan kegiatan
usaha niaga yang diarahkan pada arus aliran barang dan jasa dari produsen dan
konsumen.
Fungsi
utama mengapa kegiatan pemasaran dilakukan :
1.
Untuk memberikan informasi tentang produk
yang dijual perusahaan.
2.
Untuk mempengaruhi keputusan membeli
konsumen.
3.
Untuk menciptakan nilai ekonomis suatu
barang.
2. Pengertian
Manajemen Pemasaran
Penanganan proses
pertukaran memerlukan waktu dan keahlian yang banyak. Manajemen pemasaran akan
terjadi apabila sekurang-kurangnya satu pihak dari pertukaran potensial
memikirkan cara untuk mendapatkan tanggapan dari pihak lain sesuai dengan yang
diinginkannya. Dengan demikian, manajemen pemasaran dapat diartikan :
“Manajemen pemasaran
adalah proses perencanaan dan pelaksanaan pemikiran, penetapan harga, promosi
serta penyaluran gagasan, barang dan jasa untuk menciptakan pertukaran yang
memuaskan tujuan-tujuan individu dan organisasi (Kotler, 1997)”.
Definisi
ini mengakui bahwa manajemen pemasaran adalah proses yang melibatkan analisa,
perencanaan, pelaksanaan, dan pengendalian yang mencakup barang, jasa dan
gagasan yang tergantung pada pertukaran dengan tujuan menghasilkan kepuasan
bagi pihak-pihak yang terkait.
Manajemen pemasaran dapat diterapkan pada
semua bidang usaha. Dalam manajemen terdapat fungsi penganalisaan, perencanaan,
pelaksanaan atau penerapan serta pengawasan. Tahap perencanan merupakan tahap
yang menentukan terhadap kelangsungan dan kesuksesan suatu organisasi
pemasaran. Proses perencanaan merupakan satu proses yang selalu memandang ke
depan atau pada kemungkinan masa akan datang termasuk dalam pengembangan
program, kebijakan dan prosedur untuk mencapai tujuan pemasaran.
3. Konsep Pemasaran
Suatu perusahaan dalam menjalankan
aktivitasnya harus efi menjalankan konsep pemasaran agar keuntungan yang
diharapkan dapat terealisasi dengan baik. Ini menandakan bahwa kegiatan
pemasaran dalam perusahaan harus dikoordinasi dan dikelola dengan cara yang
labih baik.
Falsafah konsep pemasaran bertujuan untuk
memberikan kepuasan terhadap keinginan dan kebutuhan konsumen. Kegiatan
perusahaan yang berdasar pada konseop pemasaran ini harus diarahkan untuk
memenuhi tujuan perusahaan. Secara definitive dapat dikatakan bahwa konsep
pemasaran adalah falsafah bisnis yang menyatakan bahwa pemuasan kebutuhan
konsumen merupakan syarat ekonomis dan social bagi kelangsungan hisup
perusahaan (Swasta, 1996).
Dari definisi tersebut, perusahaan memiliki
konsekuensi seluruh kegiatan perusahaan harus diarahkan untuk mengetahui
kebutuhan konsumen dan mampu memberikan kepuasan agar mendapat laba dalam
jangka panjang. Organisasi perusahaan yang menerapkan konsep pemasaran ini
disebut organisasi pemasaran.
Konsep pemasaran juga menyatakan bahwa kunci
untuk meraih tujuan organisasi adalah menjadi lebih efektif daripada para
pesaing dalam memadukan kegiatan pemasaran guna menetapkan dan memuaskan
kebutuhan pasar sasaran (Kotler, 1997). Konsep pemasaran ini bersandar pada
empat pilar, yaitu : pasar sasaran, kebutuhan pelanggan, pemasaran terpadu dan
profitabilitas.
Dewasa ini konsep pemasaran mengalami
perkembangan yang semakin maju sejalan dengan majunya masyarakat dan teknologi.
Perusahaan tidak lagi berorientasi hanya pada pembeli saja, akan tetapi
berorientasi pada masyarakat atau manusia. Konsep yang demikianlah yang disebut
dengan konsep pemasaran masyarakat (Swasta, 1996).
Selanjutnya akan dibahas tiga factor penting yang
digunakan sebagai dasar dalam konsep pemasaran (Swasta, 1996) :
a. Orientasi konsumen
Pada intinya, jika suatu perusahaan ingin menerapkan orientasi
konsumen ini, maka :
1. Menentukan kebutuhan pokok dari pembeli yang
akan dilayani dan dipenuhi.
2. Memilih kelompok pembeli tertentu sebagai
sasaran dalam penjualan.
3. Menentukan produk dan program pemasarannya.
4. Mengadakan penelitian pada konsumen untuk
mengukur, menilai dan menafsirkan keinginan, sikap serta tingkah laku mereka.
5. Menentukan dan melaksanakan strategi yang
paling baik, apakah menitikberatkan pada mutu yang tinggi, harga yang murah
atau model yang menarik.
b. Koordinasi dan integrasi dalam perusahaan
Untuk memberikan kepuasan secara optimal
kepada konsumen, semua elemen pemasaran yang ada harus diintegrasikan. Hindari
adanya pertentangan antara perusahaan dengan pasarnya. Salah satu cara
penyelesaian untuk mengatasi masalah koordinasi dan integrasi ini dapat
menggunakan satu orang yang mempunyai tanggung jawab terhadap seluruh kegiatan
pemasaran, yaitu manajer pemasaran. Jadi dapat disimpulkan bahwa setiap orang
dan bagian dalam perusahaan turut serta dalam suatu upaya yang terkoordinir
untuk memberikan kepuasan konsumen sehingga tujuan perusahaan dapat tercapai.
c. Mendapatkan laba melalui pemuasan konsumen
Salah satu tujuan dari perusahaan adalah untuk
mendapatkan profit atau laba. Dengan laba tersebut perusahaan bisa tumbuh dan
berkembang dengan kemampuan yang lebih besar. Sebenarnya laba merupakan tujuan
umum dari sebuah perusahaan. Banyak perusahaan yang mempunyai tujuan lain
disamping laba. Dengan menggunakan konsep pemasaran ini, hubungan antara perusahaan
dan konsumen akan dapat diperbaiki yang pada akhirnya akan menguntungkan bagi
perusahaan.
4. Cara Mempelajari Pemasaran
Mempelajari
pemasaran dapat dilakukan dari berbagai pendekatan yaitu :
1. Pendekatan serba fungsi,
2. Pendekatan serba lembaga,
3. Pendekatan serba barang,
4. Pendekatan serba manajemen,
5. Pendekatan serba system.
A. Pendekatan Serba Fungsi
Pendekatan serba fungsi mempelajari pemasaran
dilihat dari apa saja kegiatan pokok pemasaran yang dilakukan. Adapun kegiatan
pokok yang dilakukan adalah sebagai berikut :
1. Pembelian
Pembeli barang-barang untuk dijual maupun
pembelian barang-barang yang merypakan bahan masukan lainnya untuk menghasilkan
suatu produk suatu perusahaan.
2. Pengangkutan
Kegiatan memindahkan barang baik dari bahan
baku ke proses produksi maupun setelah menjadi barang jadi dari pabrik ke
konsumen.
3. Penjualan
Kegiatan pemasaran yang paling pokok karena
dengan penjualan dapat mempengaruhi naik turunnya pendapatan perusahaan,
sedangkan mati hidupnya perusahaan amat tergantung pencapaian target penjualan
yang di harapkan dapat menambah masukan pendapatan perusahaan.
4. Penyimpanan
Menyimpan barang produksi perusahaan atau
barang yang akan di jual untuk sementara waktu sebelum di pasarkan.
5. Pembelanjaan
Mendapatkan dana atau modal baik dari supplier
bahan baku, maupun dana (kredit) jangka pendek dari bank atau lembaga keuangan
lainnya.
6. Penanggungan Resiko
Kegiatan untuk menghindari dan mengurangi
resiko yang berkaitan dengan pemasaran.
7. Standardisasi dan Grading
Penentuan batas-batas dasar dalam bentuk
khusus terhadap barang-barang baik berdasarkan jumlah, kualitas, kapasitas,
kekuatan ataupun ukuran fisik barang.
Sedangkan Grading adalah kegiatan
mengelompokkan barang ke dalam kelompok standar kualitas yang sudah diakui
secara internasional.
B. Pendekatan Serba Lembaga
Mempelajari fungsi pemasaran dilihat dari segi
organisasi/lembaga yang terlibat dalam kegiatan pemasaran, yaitu :
1. Produsen sebagai penghasil barang jadi
2. Supplier sebagai penyedia bahan baku
3. Perantara pedagang
4. Perusahaan saingan
5. Konsumen, dan sebagainya.
C. Pendekatan Serba Barang
Suatu pendekatan dalam pemasaran yang
melibatkan studi tentang bagaimana barang-barang tertentu berpindah tangan dari
tangan produsen ke tangan konsumen akhir atau konsumen industri.
Barang atau Produk adalah suatu sifat yang
komplek baik yang dapat di raba atau pun tidak termasuk bungkus, warna, mutu,
harga, prestise perusahaan dan pengecer, pelayanan pengecer dan perusahaan,
yang diterima pembeli untuk memuaskan keinginan atau kebutuhan.
Barang
dapat digolongkan menjadi 2 macam :
1. Penggolongan barang menurut tingkat
pemakaiannya dan kekongritannya ada 3 macam :
a. Barang tahan lama
b. Barang tidak tahan lama
c. Jasa
2. Penggolongan barang menurut tujuan pemakaian
oleh si pemakai ada 2 macam :
a. Barang konsumsi terdiri dari :
1. Barang konvenien
2. Barang shopping
3. Barang spesial
b. Barang industri terdiri dari :
1. Bahan baku
2. Barang setengah jadi
3. Instalasi
4. Peralatan
D. Pendekatan Serba Manajemen
Mempelajari pemasaran yang dilihat dari
pendapat manajer serta keputusan yang diambil.
E. Pendekatan Serba Sistem
Pendekatan ini menyangkut elemen-elemen yang
luas dalam system pemasaran termasuk pendekatan fungsi, lembaga, manajemen, dan
produk.
5. Kegiatan Utama Pemasaran
Suatu perangkat perusahaan yang terdiri dari 4
variabel yaitu produk, struktur harga, kegiatan promosi dan saluran distribusi
dengan tujuan untuk menentukan tingkat keberhasilan pemasaran perusahaan yang
bisa memberikan kepuasan dan pemenuhan kebutuhan konsumen yang dipilih.
6. Pengertian Pasar
Pasar adalah salah
satu dari berbagai sistem, institusi, prosedur, hubungan sosial dan
infrastruktur dimana usaha menjual barang, jasa dan tenaga kerja untuk
orang-orang dengan imbalan uang. Barang dan jasa yang dijual menggunakan alat
pembayaran yang sah seperti uang fiat. Kegiatan ini merupakan bagian dari
perekonomian. Ini adalah pengaturan yang memungkinkan pembeli dan penjual untuk
item pertukaran. Persaingan sangat penting dalam pasar, dan memisahkan pasar
dari perdagangan. Dua orang mungkin melakukan perdagangan, tetapi dibutuhkan
setidaknya tiga orang untuk memiliki pasar, sehingga ada persaingan pada
setidaknya satu dari dua belah pihak. Pasar bervariasi dalam ukuran, jangkauan,
skala geografis, lokasi jenis dan berbagai komunitas manusia, serta jenis barang
dan jasa yang diperdagangkan. Beberapa contoh termasuk pasar petani lokal yang
diadakan di alun-alun kota atau tempat parkir, pusat perbelanjaan dan pusat
perbelanjaan, mata uang internasional dan pasar komoditas, hukum menciptakan
pasar seperti untuk izin polusi, dan pasar ilegal seperti pasar untuk
obat-obatan terlarang.
Dalam ilmu ekonomi
mainstream, konsep pasar adalah setiap struktur yang memungkinkan pembeli dan
penjual untuk menukar jenis barang, jasa dan informasi. Pertukaran barang atau
jasa untuk uang adalah transaksi. Pasar peserta terdiri dari semua pembeli dan
penjual yang baik yang memengaruhi harga nya. Pengaruh ini merupakan studi
utama ekonomi dan telah melahirkan beberapa teori dan model tentang kekuatan
pasar dasar penawaran dan permintaan. Ada dua peran di pasar, pembeli dan
penjual. Pasar memfasilitasi perdagangan dan memungkinkan distribusi dan
alokasi sumber daya dalam masyarakat. Pasar mengizinkan semua item yang
diperdagangkan untuk dievaluasi dan harga. Sebuah pasar muncul lebih atau
kurang spontan atau sengaja dibangun oleh interaksi manusia untuk memungkinkan
pertukaran hak (kepemilikan) jasa dan barang. Secara historis, pasar berasal di
pasar fisik yang sering akan berkembang menjadi - atau dari - komunitas kecil,
kota dan kota.
7. Klasifikasi Pasar
1. Pasar Tradisional
Pasar tradisional
merupakan tempat bertemunya penjual dan pembeli serta ditandai dengan adanya
transaksi penjual pembeli secara langsung dan biasanya ada proses
tawar-menawar, bangunan biasanya terdiri dari kios-kios atau gerai, los dan
dasaran terbuka yang dibuka oleh penjual maupun suatu pengelola pasar.
Kebanyakan menjual kebutuhan sehari-hari seperti bahan-bahan makanan berupa
ikan, buah, sayur-sayuran, telur, daging, kain, pakaian barang elektronik, jasa
dan lain-lain. Selain itu, ada pula yang menjual kue-kue dan barang-barang
lainnya. Pasar seperti ini masih banyak ditemukan di Indonesia, dan umumnya
terletak dekat kawasan perumahan agar memudahkan pembeli untuk mencapai pasar.
Beberapa pasar tradisional yang "legendaris" antara lain adalah pasar
Beringharjo di Yogyakarta, pasar Klewer di Solo, pasar Johar di Semarang. Pasar
tradisional di seluruh Indonesia terus mencoba bertahan menghadapi serangan
dari pasar modern.
2. Pasar modern
Pasar modern tidak banyak
berbeda dari pasar tradisional, namun pasar jenis ini penjual dan pembeli tidak
bertransakasi secara langsung melainkan pembeli melihat label harga yang
tercantum dalam barang (barcode), berada dalam bangunan dan pelayanannya
dilakukan secara mandiri (swalayan) atau dilayani oleh pramuniaga.
Barang-barang yang dijual, selain bahan makanan makanan seperti; buah, sayuran,
daging; sebagian besar barang lainnya yang dijual adalah barang yang dapat
bertahan lama. Contoh dari pasar modern adalah hypermarket, pasar
swalayan (supermarket), dan minimarket.
8. Pasar Menurut Jenisnya
1. Pasar Konsumsi
Pasar konsumsi adalah
pasar yang menjual barang-barang untuk keperluan konsumsi. Misalnya menjual
beras, sandal, lukisan dan lain-lain. Contohnya adalah Pasar Mergan di Malang,
Pasar Kramat Jati di Jakarta dan lain-lain.
2. Pasar Faktor Produksi
Pasar faktor produksi
adalah pasar yang menjual barang-barang untuk keperluan produksi. Misalnya
menjual mesin-mesin untuk alat produksi barang, lahan untuk pabrik dan
lain-lain.
3. Pasar Menurut Jenis
Barang yang Dijual
Pasar menurut jenis
barang yang dijual dapat dibagi menjadi pasar ikan, pasar buah dan lain-lain.
4. Pasar Menurut Lokasi
Pasar menurut lokasi
misalnya Pasar Kebayoran yang berlokasi di Kebayoran Lama dan lain-lain.
5. Pasar Menurut Hari
Pasar menurut hari
dinamakan sesuai hari pasar itu dibuka. Misalnya Pasar Rebo dibuka khusus hari
Rabu, Pasar Minggu dibuka khusus hari Minggu, Pasar Senen dibuka khusus hari
Senin, Pasar Wage Purwokerto dan lain-lain.
9. Pasar Menurut Luas Jangkauan
1. Pasar Daerah
Pasar Daerah membeli dan
menjual produk dalam satu daerah produk itu dihasilkan. Bisa juga dikatakan
pasar daerah melayani permintaan dan penawaran dalam satu daerah.
2. Pasar Lokal
Pasar lokal adalah pasar
yang membeli dan menjual produk dalam satu kota tempat produk itu dihasilkan.
Bisa juga dikatakan pasar lokal melayani permintaan dan penawaran dalam satu
kota.
3. Pasar Nasional
Pasar nasional adalah
pasar yang membeli dan menjual produk dalam satu negara tempat produk itu
dihasilkan. Bisa juga dikatakan pasar nasional melayani permintaan dan
penjualan dari dalam negeri.
4. Pasar Internasional
Pasar internasional
adalah pasar yang membeli dan menjual produk dari beberapa negara. Bisa juga
dikatakan luas jangkauannya di seluruh dunia.
10. Pasar Menurut Wujud
1. Pasar Konkret
Pasar Konkret adalah
pasar yang lokasinya dapat dilihat dengan kasat mata. Misalnya ada los-los,
toko-toko dan lain-lain. Di pasar konkret, produk yang dijual dan dibeli juga
dapat dilihat dengan kasat mata. Konsumen dan produsen juga dapat dengan mudah
dibedakan.
2. Pasar Abstrak
Pasar Abstrak adalah
pasar yang lokasinya tidak dapat dilihat dengan kasat mata.konsumen dan
produsen tidak bertemu secara langsung.Biasanya dapat melalui internet,
pemesanan telepon dan lain-lain. Barang yang diperjual belikan tidak dapat
dilihat dengan kasat mata, tapi pada umumnya melalui brosur, rekomendasi dan
lain-lain. Kita juga tidak dapat melihat konsumen dan produsen bersamaan, atau
bisa dikatakan sulit membedakan produsen dan konsumen sekaligus.
Sumber : -
www.google.com
- www.wikipedia.com
-http://ruswandialfan.blogspot.com/search?updated-min=2011-01-01T00:00:00-08:00&updated-max=2012-01-01T00:00:00-08:00&max-results=5
MANAJEMEN PRODUKSI
MANAJEMEN PRODUKSI
Produksi adalah
- suatu kegiatan atau proses yang mengubah masukan (input) menjadi keluaran
(output).
- kegiatan yang menghasilkan barang, baik barang jadi, setengah jadi, barang
industri, suku cadang maupun komponen-komponen penunjang.
- kegiatan yang berhubungan dengan usaha penciptaan dan penambahan kegunaan
suatu barang atau jasa.
Utilitas / Kegunaan (Utility) adalah kemampuan suatu produk untuk memuaskan
keinginan manusia (konsumen).
Terdapat empat jenis utilitas berbasis produksi:
1. Utilitas waktu : perusahaan membuat produk tersedia sewaktu konsumen
menginginkannnya. Misalnya hiasan pohon natal di waktu natal
2. Utilitas tempat: Produk-produk tersedia di tempat yang sesuai bagi konsumen
3. Utilitas kepemilikan : Dengan membuat suatu produk tersedia bagi konsumen
untuk dimiliki dan digunakan.
4. Utilitas bentuk : Dengan mengubah bahan mentah menjadi barang jadi, produksi
menyebabkan produk-produk menjadi tersedia.
Proses Operasi / Produksi adalah serangkaian metode dan teknologi yang
digunakan dalam memproduksi barang atau jasa.
Jenis produksi dapat diklasifikasikan menurut perbedaan dalam proses-proses
operasinya. Barang-barang produk berdasarkan apakah proses operasinya
mengkombinasikan sumber daya atau dipecah menjadi beberapa bagian komponen.
Kita dapat menjabarkan jasa berdasarkan tingkat kontak dengan pelanggan yang
dibutuhkan.
Proses Pabrikasi Barang : Proses Analitis vs Sintetis
Seluruh proses pabrikan dapat diklasifikasikan berdasarkan sifat analitis atau
sintetis dari proses transformasi.
• Proses analitis: proses produksi yang menguraikan sumber-sumber daya menjadi
komponen untuk menciptakan produk-produk jadi.
• Produksi sintetis : proses produksi yang mengkombinasikan bahan-bahan mentah
untuk memproduksi suatu barang jadi.
Proses jasa : Tingkat kontak dengan pelanggan
Satu cara mengklasifikasikan jasa adalah menanyakan apakah suatu jasa tertentu
dapat diberikan tanpa pelanggan menjadi bagian dalam sistem produksi.
• Proses kontak tinggi: Tingkat kontak antara jasa dengan konsumen dimana
konsumen menerima jasa sebagai bagian dari sistem. Misalnya jasa transportasi.
• Proses kontak rendah: tingkat kontak antara jasa dengan konsumen dimana
konsumen tidak perlu menjadi bagian dari sistem dalam menerima jasa. Misalnya
penyetoran giro di bank, nasabah tidak mengikuti proses perbankannya.
Proses Produksi dapat ditinjaui dari dua segi yaitu:
1. Kelangsungan Hidup
a. Produksi terus-menerus (Continuous Production)
Produksi terus menerus dilakukan sebagai proses untuk mengubah bentuk
barang-barang. Dalam proses produksi ini, walaupun terjadi perubahan model,
susunan dan fungsi alat-alat mesin yang dipakai tidak berubah. Misalnya
penggergajian kayu mengubah balok menjadi papan, karet menjadi ban atau pun
proses perakitan mobil, walaupun terjadi perubahan bentuk tetapi tidak mengubah
susunan dan fungsi alat-alat mesin. Proses produksi ini menghasilkan produk
yang standar (massal).
b. Produksi yang terputus-putus (Intermitten Production)
Proses produksi tidak terus menerus atau operasi seringkali terhenti guna
mengubah alat-alat, pengaturan kembali alat-alat dan penyesuaian yang terus
menerus diadakan sesuai dengan tuntutan produk yang akan dihasilkan. Proses
produksi ini dilakukan berdasarkan pesanan yang sesuai dengan keperluan
pemesan.
2. Teknik
a. Proses ekstraktif : suatu proses pengambilan langsung dari alam seperti
kayu, perikanan, pertambangan.
b. Analitis : Proses memisahkan bahan-bahan seperti minyak mentah menjadi
minyak bersih.
c. Proses Pengubahan: Proses perubahan bentuk seperti alat-alat rumah tangga.
d. Proses Sintetis: Proses mencampur dengan unsur-unsur lain seperti bahan-bahan
kimia
Manajemen Operasi / Produksi
- pengarahan dan pengendalian suatu proses secara sistematis untuk mengubah
sumber daya menjadi barang atau jasa.
- Merupakan kegiatan untuk mengatur dan mengkoordinasi penggunaan sumber-sumber
daya berupa sumber daya manusia, sumber daya alat dan sumber daya dana serta
bahan secara efektif dan efisien untuk menciptakan dan menambah kegunaan suatu
barang atau jasa.
Perkembangan manajemen produksi didorong oleh beberapa faktor antara lain:
1. Adanya pembagian kerja dan spesialisasi
Pembagian kerja memungkinkan dicapainya tingkat dan kualitas produksi yang
lebih baik bila disertai pengelolaan yang baik. Pekerjaan yang semula
terkonsentrasi pada satu pihak dapat dibagikan untuk ditangani oleh pihak-pihak
lain sehingga pekerjaan dapat diselesaikan dengan baik pada waktu yang telah
ditentukan.
Spesialisasi kerja memungkinkan peningkatan keahlian seseorang sehingga dapat
menyelesaikan pekerjaan dalam waktu lebih singkat dengan kualitas yang lebih
baik. Sehingga hal ini akan mengurangi biaya produksi dan mencapai tingkat
produksi yang lebih tinggi.
2. Revolusi Industri
Revolusi industri merupakan penggantian tenaga manusia dengan tenaga mesin dan
merupakan proses yang berkaitan dengan berbagai permasalahan sosial ekonomi,
budaya dan politik.
3. Perkembangan alat dan teknologi yang mencakup penggunaan komputer,
penggunaan robot serta otomatisasi mesin dan alat perkantoran.
4. Perkembangan ilmu dan metode kerja yang mencakup metode ilmiah, hubungan
antar manusia dan model keputusan.
Penggunaan metode ilmiah dalam mengkaji pekerjaan memungkinkan ditemukannya
metode kerja terbaik dengan pendekatan sebagai berikut:
- Pengamatan (observasi) atas metode kerja yang berlaku.
- Pengamatan terhadap metode kerja yang lebih baik melalui pengukuran dan
analisis ilmiah.
- Pelatihan pekerja dengan metode baru
- Pemanfaatan umpan balik dan pengelolaan atas proses kerja.
Pengambilan keputusan dalam Manajemen Produksi
Dalam mengatur dan mengkoordinasi penggunaan sumber-sumber daya, manajer
produksi perlu membuat keputusan-keputusan yang berhubungan dengan upaya-upaya
untuk mencapai tujuan, agar barang dan jasa yang dihasilkan sesuai dan tepat
seperti yang diharapkan yaitu tepat mutu (kualitas), tepat jumlah (kuantitas)
dan tepat waktu dengan biaya yang rendah.
Ditinjau dari kondisi keputusan yang harus diambil, terdapat empat macam
pengambilan keputusan yaitu:
1. Pengambilan keputusan atas peristiwa yang pasti (certainty).
2. Pengambilan keputusan atas peristiwa yang mengandung resiko.
3. Pengambilan keputusan atas peristiwa yang tidak pasti (uncertainty).
4. Pengambilan keputusan atas peristiwa yang timbul karena pertentangan dengan
keadaan lain.
Bidang produksi mempunyai lima tanggung jawab keputusan utama yaitu:
1. Proses
Keputusan-keputusan dalam kategori ini menentukan proses fisik atau fasilitas
yang digunakan untuk untuk memproduksi barang atau jasa. Keputusan mencakup
jenis peralatan dan teknologi, arus proses, tata letak (lay out) peralatan dan
seluruh aspek fisik pabrik atau fasilitas jasa pelayanan.
2. Kapasitas
Keputusan kapasitas dimaksudkan untuk menentukan besarnya kapasitas yang tepat
dan penyediaan waktu yang tepat. Kapasitas jangka panjang ditentukan oleh
besarnya fasilitas fisik yang dibangun. Dalam jangka pendek kapasitas
kadang-kadang diperbesar dengan mengadakan sub-kontrak kepada pihak luar atau
penambahan regu (shift) atau menyewa ruangan / peralatan tambahan.
3. Persediaan
Manajer persediaan membuat keputusan-keputusan dalam bidang produksi,
menyangkut apa yang dipesan, berapa banyak pemesanan, serta kapan pemesanan
dilakukan.
4. Tenaga kerja
Dalam manajemen produksi, penentuan dan pengelolaan tenaga kerja atau sumber
daya manusia menempati posisi sangat penting. Proses produksi tidak mungkin
berlangsung tanpa tenaga kerja yang menggarap kegiatan untuk menghasilkan
produk, baik berupa barang atau jasa. Keputusan tentang tenaga kerja mencakup
seleksi, penggajian, pelatihan, penempatan, penyelian atau supervisi.
5. Mutu / kualitas.
Fungsi produksi ditandai dengan penekanan tanggung jawab yang lebih besar
terhadap mutu barang atau jasa yang dihasilkan. Mutu merupakan tanggung jawab
produksi yang penting dan harus didukung oleh organisasi secara keseluruhan.
Perencanaan Operasi
Rencana dan Ramalan Bisnis
Keseluruhan rencana dan ramalan bisnis dikembangkan oleh top manajemen dan
menjadi panduan perencanaan operasi. Rencana bisnis memuat garis besar tujuan
dan sasaran perusahaan, termasuk barang dan jasa tertentu yang akan ditawarkan
pada tahun-tahun mendatang. Selain rencana bisnis, para manajer juga membuat
rencana jangka panjang melalui ramalan atau forecast terhadap permintaan di
masa mendatang baik untuk produk baru maupun untuk produk yang sudah ada.
Rencana jangka panjang mencakup periode 2-5 tahun dan memerinci jumlah pabrik
atau fasilitas jasa, tenaga kerja, permesinan, fasilitas transportasi, gudang
atau penyimpanan yang akan diperlukan untuk memenuhi permintaan.
Perencanaan Kapasitas
Kapasitas adalah jumlah suatu produk yang dapat diproduksi suatu perusahaan
pada kondisi kerja normal.
Perencanaan kapasitas berarti menjamin bahwa suatu kapasitas perusahaan sedikit
melebihi permintaan normal akan produk-produknya. Jika kapasitas terlalu kecil
untuk memenuhi permintaan, perusahaan harus merencanakan alternatif-alternatif
lain untuk memenuhi permintaan misalnya outsourching, sub-contract, dll. Jika
kapasitas terlalu besar perlu dicarikan alternatif penyelesaiannya. Misalnya
pengurangan karyawan, menerima sub-contract, dsb.
Perencanaan lokasi
Lokasi suatu pabrik mempengaruhi biaya produksi dan flexibilitasnya, maka
lokasi harus direncanakan dengan cermat.
Para manajer harus mempertimbangkan banyak faktor dalam perencanaan lokasi
fasilitasnya antara lain
- daya tarik lokasi yang dipengaruhi oleh kedekatan lokasi dengan bahan mentah
dan pasar / konsumen
- ketersediaan tenaga kerja, energi, biaya transportasi
- peraturan pemerintah, pajak lokal dan kondisi kehidupan masyarakat
Perencanaan Tata ruang
Tata ruang menentukan apakah suatu perusahaan dapat cepat tanggap dan efisien
terhadap permintaan konsumen atau untuk dapat menyamai kecepatan produksi
pesaing.
Perencanaan Tata Ruang untuk memproduksi barang direncanakan dalam tiga jenis
ruang yang berbeda yaitu :
- Fasilitas produktif : bengkel kerja dan peralatan untuk mengubah bahan-bahan
mentah
- Fasilitas non-produktif : daerah penyimpanan dan pemeliharaan
- Fasilitas pendukung : kantor, kamar kecil, area parkir, dsb.
Pada fasilitas produktif terdapat alternatif pilihan yaitu
- Tata Ruang Proses : Pengaturan kegiatan produksi yang mengelompokkan
peralatan dan orang-orangnya berdasarkan fungsinya. Misalnya Bengkel mesin,
toko kue, binatu
- Tata Ruang Selular : Pengaturan kegiatan produksi yang dirancang untuk
memindahkan satu keluarga produk melalui alur yang sejenis.
Keuntungannya: Karena produk yang serupa membutuhkan lebih sedikit penyesuaian
peralatan, waktu persiapan peralatan lebih singkat, jarak antar alur lebih
dekat sehingga penanganan bahan prduksi dan waktu transit menjadi lebih
efisien, persediaan barang dalam proses lebih sedikit dan administrasinya
menjadi lebih sederhana karena alur bahan produksi menjadi lebih teratur.
Kerugiannya adalah penggandaan peralatan.
- Tata Ruang Produk : Pengaturan kegiatan produksi yang dirancang untuk
memindahkan sumber daya melalui serangkaian tahap yang lancar dan tetap.
Peralatan dan manusianya dipersiapkan untuk memproduksi hanya satu jenis barang
dan diatur sesuai dengan kebutuhan produksi. Tata ruang produk efisien untuk
memproduksi produk dalam jumlah besar dan biasanya menggunakan lini perakitan
atau assembly line yaitu suatu produk setengah jadi yang bergerak dari satu
tahap ke tahap berikutnya melalui pabrik dengan menggunakan ban berjalan atau
peralatan lain sampai barang tersebut jadi. Contoh pabrik mobil, pabrik motor,
pabrik elektronik.
Perencanaan Kualitas
Setiap rencana operasi yang lengkap harus memastikan bahwa barang-barang
diproduksi untuk memenuhi standar kualitas perusahaan. Kualitas ditingkatkan
melalui perbaikan metode kerja secara terus menerus. Pengawasan dilakukan pada
setiap tahap produksi dari awal sampai akhir, dari bahan mentah sampai barang
jadi. Program perbaikan kualitas bertujuan mengurangi pemborosan dan
meningkatkan kemampuan produksi.
Perencanaan Metode
Dalam merancang sistem operasi, para manajer harus secara jelas
mengidentifikasi setiap tahap produksi dan metode spesifik untuk
melaksanakannya. Deskripsi rinci dari suatu prosedur biasanya dijabarkan dengan
menggunakan diagram yang disebut flow chat proses. Diagram tersebut mengidentifikasi
serangkaian kegiatan produksi, pergerakan bahan produksi dan pekerjaan yang
dilaksanakan pada setiap tahap sewaktu produk menempuh produksi. Alur inilah
yang dapat dianalisa untuk menentukan adanya aktivitas pemborosan,
sumber-sumber keterlambatan dalam alur produksi dan inefisien lainnya. Tahap
akhir adalah menerapkan perbaikan-perbaikan tersebut.
Penjadwalan Operasi
Apabila rencana telah mengidentifikasi sumber daya yang dibutuhkan dan merinci
maksud dari penggunaannya untuk mencapai tujuan suatu perusahaan, para manajer
harus mengembangkan daftar jam (time table) untuk mendapatkan sumber daya.
Aspek operasi ini disebut penjadwalan.
Penjadwalan terjadi pada berbagai tingkat. Pertama, suatu tingkat puncak atau
jadwal produksi induk (master production schedule) yaitu jadwal yang
memperlihatkan produk mana yang akan diproduksi, kapan produksi akan dimulai
dan sumber daya apa yang akan digunakan selama periode waktu yang sudah
ditentukan.
Pengendalian Operasi
Pengendalian operasi membutuhkan manajer produksi untuk memonitor kinerja
produksi dengan cara membandingkan hasil dengan rencana. Jika jadwal atau
standar kualitas tidak sesuai maka diperlukan tindakan korektif. Tindak lanjut
(follow up) pemeriksaan untuk memastikan bahwa keputusan produksi telah
dilaksanakan adalah merupakan hal yang penting dan harus terus menerus
dilakukan dalam pengendalian operasi.
Pengendalian operasi meliputi dua bidang yaitu manajemen bahan produksi dan
pengendalian proses produksi.
Manajemen Bahan Produksi
Manajemen bahan produksi meliputi perencanaan, pengorganisasian dan
pengendalian alur bahan produksi.
Lima bidang utama dalam manajemen bahan produksi adalah:
- Transportasi: mencakup alat-alat transportasi sumber daya ke perusahaan dan
barang jadi ke pembeli
- Pergudangan baik bahan mentah, bahan pendukung, bahan setengah jadi maupun
barang jadi.
- Pembelian (purchasing) adalah perolehan seluruh bahan produksi dan jasa yang
diperlukan suatu perusahaan untuk memproduksi produk-produknya.
- Seleksi Pemasok (supplier selection) yaitu menemukan dan menentukan pemasok
mana yang dipilih untuk membeli kebutuhan jasa dan bahan produksi.
- Pengendalian persediaan (inventory control) termasuk penerimaan, penyimpanan,
penanganan, serta penghitungan seluruh bahan mentah, barang setengah jadi
maupun barang jadi. Hal ini untuk memastikan bahwa persediaan bahan produksi
cukup tersedia untuk memenuhi jadwal produksi. Salah satu caranya dengan
menetapkan batas minimum persediaan dengan memperhatikan minimum order dan
jangka waktu pengiriman barang sampai ke pabrik dari tanggal pemesanan.
Alat untuk pengendalian Operasi
Sejumlah alat (tool) yang membantu manajer dalam mengendalikan operasi adalah
pelatihan pekerja, just in time production systems, dan pengendalian mutu.
Pelatihan pekerja
Kepuasan pelanggan sangat berkaitan dengan karyawan yang memberikan layanannya.
Pekerja jasa dilatih dan dimotivasi dalam sikap dan perilaku yang berorientasi
kepada pelanggan.
Just in time (JIT) production system adalah metode produksi yang mengumpulkan
keseluruhan bahan dan komponen yang diperlukan di setiap tahap produksi pada
waktu yang tepat saat mereka dibutuhkan untuk setiap tahap produksi. Tujuan JIT
adalah untuk meminimalkan kelebihan biaya persediaan, mengurangi sampai hampir
tidak ada barang yang berada dalam tahap pemrosesan.
Material Requirment Planning (MRP) yaitu metode pengendalian produksi yang
menggunakan bill of material untuk menjamin bahwa jumlah bahan yang tepat telah
dikirim ke tempat yang tepat pada waktu yang tepat.
Bill of material adalah alat pengendali produksi yang menspesifikasikan
bahan-bahan kandungan yang penting dari suatu produk (bahan-bahan mentah dan
komponen), pesanan yang harus digabungkan dan seberapa banyak yang dibutuhkan
untuk membuat satu batch.
Manufacturing Resource Planning (MRP II) adalah versi lanjutan dari MRP yang
mengumpulkan seluruh bagian dari organisasi ke dalam kegiatan produksi
perusahaan.
Pengendalian Mutu / Kualitas (Quality Control)
Adalah manajemen dari proses produksi yang dirancang untuk manufaktur barang
atau menyediakan jasa yang sesuai dengan standar kualitas tertentu.
Dengan memonitor produk dan jasa, perusahaan dapat mendeteksi kesalahan dan
membuat koreksinya.
Pengendaliaan mutu ini harus dimulai dari tahap awal yaitu dari bahan mentah,
proses produksi, sampai barang jadi.
Untuk mengelola kualitas, perusahaan ada yang menggunakan cara Manajemen
Kualitas Total atau Total Quality Management (TQM) yaitu jumlah seluruh
kegiatan yang diperlukan untuk menempatkan kualitas barang dan jasa ke dalam
tempat pasar.
Alat yang sering digunakan dalam manajemen kualitas total adalah
- analisa nilai tambah
- kontrol proses statistik
- studi kualitas / biaya
- tim gugus kendali mutu
- benchmarking
sumber: http://pengantar-bisnis.blogspot.com/